Rahab and The Mystery of the Bermuda Triangle
Previous story : Azrael and Angel of Death
“Aku… aku mendengar perintah penciptaku, aku mendengar tantangan lawan ku, dan aku juga mendengar tawaran si jahat”
“Kalahkan Behemot, hancurkan dia, cegah dia untuk membuat dunia ini
kering, bentuklah lautan agar tahap selanjutnya dari proses penciptaan
dapat berlangsung dengan baik. Untuk itulah kau diciptakan Rahab,
malaikat laut ku.”
…………………………………………………….
“Mengapa kau merasa
dapat mengalahkan ku? Kau itu hanya alatNya yang rendah dan tidak
memiliki kehendak sendiri. Kau diciptakan hanya untuk disia-siakan dan
dipertarungkan dengan ku sampai mati.”
…………………………………………………….
“Untuk apa kau mendengarkan Penciptamu mu itu? Tahu kah kamu, kalau
pertarungan ini juga sudah diketahui dan direncanakan Penciptamu? Kalian
berdua hanyalah alatNya untuk menciptakan bumi ini, kalian hanya lahir
untuk dipertarungkan sampai mati olehNya. Bergabunglah bersama keluarga
naga, kau cukup menyembah dan menghormatiku, dan kau akan kuberikan
kebebasan sepenuhnya.
Dan kau akan ku beri nama, Leviathan (Lewiatan dalam bahasa Indonesia)”
…………………………………………………….
Pada hari awal sang pencipta menciptakan dunia, Ia menciptakan dua
malaikat yang diberi tugas untuk membentuk dunia. Suphlatus si malaikat
darat, dan Rahab si malaikat laut.
Sang Pencipta melihat keduanya
baik, maka keduanya diturunkan ke dunia untuk membentuk daratan dan
lautan. Tetapi kata baik tidak akan pernah eksis bila kata jahat tidak
ikut campur. Karena itu lahirlah si naga jahat sebagai konsekuensi atas
semua lahirnya malaikat baik . Dia adalah pengorbanan yang harus Sang
Pencipta bayar untuk menciptakan koloni malaikatnya.
Suphlatus yang
pada awalnya baik diubah menjadi jahat dan digantilah takdirnya menjadi
tidak berpihak pada Sang Pencipta. Sejak itu Suphlatus lebih dikenal
sebagai Behemot si naga darat. dan Dia bergabung dengan koloni Naga.
Behemot berniat mengacaukan tahap penciptaan dengan membuat seluruh
permukaan bumi menjadi daratan yang kering, tetapi Sang Pencipta
mengetahui itu semua akan terjadi, dan Ia memerintahkan Rahab untuk
membunuh Behemot dan mengisi sebagian dari bumi dengan air dan lautan.
Pertarungan antara daratan melawan lautan pun berlangsung lama,
sehingga menghambat proses penciptaan yang seharusnya lebih berjalan
dengan lancar. Pertarungan dimenangkan Rahab. Tidak ada tanah yang tak
hancur diterpa ombak. Air selalu menang melawan tanah, itu menyebabkan
luas lautan lebih besar dari daratan. Behemot yang kalah berubah menjadi
patung batu. Ia tidak mati dan tidak juga hidup. Ia hanya tersegel
dalam tubuh batunya.
Si naga jahat memang tidak pernah berhenti,
kali ini ia membujuk sang malaikat laut. Lagi-lagi si naga jahat
berhasil, Rahab berubah menjadi naga laut Leviathan. Ia mengamuk dan
berusaha membanjiri seluruh isi dunia dengan lautan. Pada akhirnya pun
Sang Pencipta menyegelnya sebelum ia membanjiri dunia. Ia dikurung di
suatu lokasi di dasar laut.
Bangsa legenda Atlantis menemukan tempat
tersegelnya sang Leviathan. Saat itu bangsa Atlantis tengah dilanda
peperangan dengan bangsa legenda, yaitu Lemuria. Atlantis saat itu
berniat membangunkan sang Leviathan untuk memanfaatkannya sebagai
senjatanya untuk menenggelamkan Lemuria. Tetapi pada kenyataannya
Leviathan menjadi senjata makan tuan bagi Atlantis. Dalam satu malam
peradaban Atlantis lenyap ditelan ombak.
Pada saat manusia baru saja
memulai perkembangannya di atas dunia. Sang Pencipta melihat bahwa
manusia tetap saja jahat dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Lalu
Sang Pencipta memerintahkan Azrael si raja malaikat maut yang memiliki
hak atas kiamatnya bumi untuk melepaskan Leviathan. Saat itu hanya
seorang manusia bersama keluarganya yang baik hati yang diselamatkan
Sang Pencipta di dalam sebuah bahtera besar.
Keluarga yang
terselamatkan itu membangun keturunan baru yang lebih baik. Lalu
keturunan-keturunannya mulai berkembang dan bertumbuh hingga saat ini.
Masih merupakan suatu misteri di titik lautan mana Leviathan di penjara
selama ini.
…………………………………………………….
Jaman pun mulai berkembang, lalu timbulah perdebatan antara teori geosentris dan heliosentris di era klasikal.
“Percayalah pada ku kalau bumi ini datar. Bila kalian para pelaut terus
berlayar sampai ujung dunia, kalian akan terjatuh di ujung dunia!”
“Huh, kami tidak percaya, bumi ini bulat, itu bisa dilihat saat sebuah
kapal datang berlabuh, layarnyalah yang terlihat lebih dahulu sebelum
badan kapalnya”
“terserah sajalah apa katamu, aku tidak menanggung akibatnya”
Lalu berlayar lah para petualang itu menyeberangi segala pelosok dunia.
Bumi memang bulat, tetapi pernyataan tentang seseorang yang akan
terjatuh bila terus berlayar juga tidak sepenuhnya salah. Ujung dunia
memang ada walaupun bumi tidak datar. Ujung dunia, itulah tempatnya
tersegel. Dan para petualang itu menghilang secara misterius ketika
kapal-kapal layar mereka memasuki horse line (garis lintang kuda) yang
membatasi perairan laut sargasso.
Laut sargasso mengingatkan
orang-orang tentang salah satu tempat paling mengerikan di dunia,
Segitiga Bermuda. Laut itu telah menelan banyak sekali kapal bahkan
pesawat sekalipun. Kapal saint mary, kapal prancis rosaline, penerbangan
19, dan lain-lain telah menjadi korban kemisteriusan segitiga ini.
Kau tidak akan dapat mengetahui arah saat memasuki daerah ini, karena
semua terlihat sama saja. Tidak ada angin yang mendorong kapal layar mu.
Timbunan rumput laut akan membelit kincir kapal mu. Tidak ada rasi
bintang yang akan terlihat dan menunjukan arah pada mu. Gravitasi tempat
ini akan membuat jarum kompas mu terus berputar seperti kincir angin.
Semua signal komunikasi lenyap seketika. Saat kau terbang kau tidak akan
dapat membedakan antara langit dan lautan, semua pemandangan terlihat
biru. Terkadang tempat ini mengeluarkan kabut yang menghalangi semua
penglihatan.
Sesungguhnya mereka yang menghilang di Segitiga
misterius itu telah memasuki dimensi dimana dimensi itu dapat dimasuki,
tetapi tidak ada yang dapat keluar dari wilayah itu. Karena itu
Leviathan pun terkurung di dalamnya.
Penelitian terakhir menunjukan
bahwa fenomena mengerikan Segitiga bermuda tidak hanya satu-satunya.
Masih ada sebelas lagi daerah misterius seperti itu di dunia, semua
terpencar di segala penjuru dunia. Itu artinya masih ada sebelas
malaikat lagi yang tersegel.
(percayalah, misteri masih belum berakhir)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar