small rss seocips Music MP3
Ayo bro dengerin music ini !!!

Selasa, 19 Januari 2016

Rahab and The Mystery of the Bermuda Triangle
Previous story : Azrael and Angel of Death
“Aku… aku mendengar perintah penciptaku, aku mendengar tantangan lawan ku, dan aku juga mendengar tawaran si jahat”
“Kalahkan Behemot, hancurkan dia, cegah dia untuk membuat dunia ini kering, bentuklah lautan agar tahap selanjutnya dari proses penciptaan dapat berlangsung dengan baik. Untuk itulah kau diciptakan Rahab, malaikat laut ku.”
…………………………………………………….
“Mengapa kau merasa dapat mengalahkan ku? Kau itu hanya alatNya yang rendah dan tidak memiliki kehendak sendiri. Kau diciptakan hanya untuk disia-siakan dan dipertarungkan dengan ku sampai mati.”
…………………………………………………….
“Untuk apa kau mendengarkan Penciptamu mu itu? Tahu kah kamu, kalau pertarungan ini juga sudah diketahui dan direncanakan Penciptamu? Kalian berdua hanyalah alatNya untuk menciptakan bumi ini, kalian hanya lahir untuk dipertarungkan sampai mati olehNya. Bergabunglah bersama keluarga naga, kau cukup menyembah dan menghormatiku, dan kau akan kuberikan kebebasan sepenuhnya.
Dan kau akan ku beri nama, Leviathan (Lewiatan dalam bahasa Indonesia)”
…………………………………………………….
Pada hari awal sang pencipta menciptakan dunia, Ia menciptakan dua malaikat yang diberi tugas untuk membentuk dunia. Suphlatus si malaikat darat, dan Rahab si malaikat laut.
Sang Pencipta melihat keduanya baik, maka keduanya diturunkan ke dunia untuk membentuk daratan dan lautan. Tetapi kata baik tidak akan pernah eksis bila kata jahat tidak ikut campur. Karena itu lahirlah si naga jahat sebagai konsekuensi atas semua lahirnya malaikat baik . Dia adalah pengorbanan yang harus Sang Pencipta bayar untuk menciptakan koloni malaikatnya.
Suphlatus yang pada awalnya baik diubah menjadi jahat dan digantilah takdirnya menjadi tidak berpihak pada Sang Pencipta. Sejak itu Suphlatus lebih dikenal sebagai Behemot si naga darat. dan Dia bergabung dengan koloni Naga.
Behemot berniat mengacaukan tahap penciptaan dengan membuat seluruh permukaan bumi menjadi daratan yang kering, tetapi Sang Pencipta mengetahui itu semua akan terjadi, dan Ia memerintahkan Rahab untuk membunuh Behemot dan mengisi sebagian dari bumi dengan air dan lautan.
Pertarungan antara daratan melawan lautan pun berlangsung lama, sehingga menghambat proses penciptaan yang seharusnya lebih berjalan dengan lancar. Pertarungan dimenangkan Rahab. Tidak ada tanah yang tak hancur diterpa ombak. Air selalu menang melawan tanah, itu menyebabkan luas lautan lebih besar dari daratan. Behemot yang kalah berubah menjadi patung batu. Ia tidak mati dan tidak juga hidup. Ia hanya tersegel dalam tubuh batunya.
Si naga jahat memang tidak pernah berhenti, kali ini ia membujuk sang malaikat laut. Lagi-lagi si naga jahat berhasil, Rahab berubah menjadi naga laut Leviathan. Ia mengamuk dan berusaha membanjiri seluruh isi dunia dengan lautan. Pada akhirnya pun Sang Pencipta menyegelnya sebelum ia membanjiri dunia. Ia dikurung di suatu lokasi di dasar laut.
Bangsa legenda Atlantis menemukan tempat tersegelnya sang Leviathan. Saat itu bangsa Atlantis tengah dilanda peperangan dengan bangsa legenda, yaitu Lemuria. Atlantis saat itu berniat membangunkan sang Leviathan untuk memanfaatkannya sebagai senjatanya untuk menenggelamkan Lemuria. Tetapi pada kenyataannya Leviathan menjadi senjata makan tuan bagi Atlantis. Dalam satu malam peradaban Atlantis lenyap ditelan ombak.
Pada saat manusia baru saja memulai perkembangannya di atas dunia. Sang Pencipta melihat bahwa manusia tetap saja jahat dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Lalu Sang Pencipta memerintahkan Azrael si raja malaikat maut yang memiliki hak atas kiamatnya bumi untuk melepaskan Leviathan. Saat itu hanya seorang manusia bersama keluarganya yang baik hati yang diselamatkan Sang Pencipta di dalam sebuah bahtera besar.
Keluarga yang terselamatkan itu membangun keturunan baru yang lebih baik. Lalu keturunan-keturunannya mulai berkembang dan bertumbuh hingga saat ini. Masih merupakan suatu misteri di titik lautan mana Leviathan di penjara selama ini.
…………………………………………………….
Jaman pun mulai berkembang, lalu timbulah perdebatan antara teori geosentris dan heliosentris di era klasikal.
“Percayalah pada ku kalau bumi ini datar. Bila kalian para pelaut terus berlayar sampai ujung dunia, kalian akan terjatuh di ujung dunia!”
“Huh, kami tidak percaya, bumi ini bulat, itu bisa dilihat saat sebuah kapal datang berlabuh, layarnyalah yang terlihat lebih dahulu sebelum badan kapalnya”
“terserah sajalah apa katamu, aku tidak menanggung akibatnya”
Lalu berlayar lah para petualang itu menyeberangi segala pelosok dunia. Bumi memang bulat, tetapi pernyataan tentang seseorang yang akan terjatuh bila terus berlayar juga tidak sepenuhnya salah. Ujung dunia memang ada walaupun bumi tidak datar. Ujung dunia, itulah tempatnya tersegel. Dan para petualang itu menghilang secara misterius ketika kapal-kapal layar mereka memasuki horse line (garis lintang kuda) yang membatasi perairan laut sargasso.
Laut sargasso mengingatkan orang-orang tentang salah satu tempat paling mengerikan di dunia, Segitiga Bermuda. Laut itu telah menelan banyak sekali kapal bahkan pesawat sekalipun. Kapal saint mary, kapal prancis rosaline, penerbangan 19, dan lain-lain telah menjadi korban kemisteriusan segitiga ini.
Kau tidak akan dapat mengetahui arah saat memasuki daerah ini, karena semua terlihat sama saja. Tidak ada angin yang mendorong kapal layar mu. Timbunan rumput laut akan membelit kincir kapal mu. Tidak ada rasi bintang yang akan terlihat dan menunjukan arah pada mu. Gravitasi tempat ini akan membuat jarum kompas mu terus berputar seperti kincir angin. Semua signal komunikasi lenyap seketika. Saat kau terbang kau tidak akan dapat membedakan antara langit dan lautan, semua pemandangan terlihat biru. Terkadang tempat ini mengeluarkan kabut yang menghalangi semua penglihatan.
Sesungguhnya mereka yang menghilang di Segitiga misterius itu telah memasuki dimensi dimana dimensi itu dapat dimasuki, tetapi tidak ada yang dapat keluar dari wilayah itu. Karena itu Leviathan pun terkurung di dalamnya.
Penelitian terakhir menunjukan bahwa fenomena mengerikan Segitiga bermuda tidak hanya satu-satunya. Masih ada sebelas lagi daerah misterius seperti itu di dunia, semua terpencar di segala penjuru dunia. Itu artinya masih ada sebelas malaikat lagi yang tersegel.
(percayalah, misteri masih belum berakhir)

Tidak ada komentar:

ARTIKEL MENARIK LAINYA