pada tahun 2009 di amerika serikat terdapat pemuda
pengangguran yang bernama Brian Acton.
Suatu ketika Brian Acton mencoba melamar kerja di facebook, tapi ditolak.
Brian Acton pun kecewa, tapi tidak membuat dia patah semangat.
Dia terus berusaha membuat aplikasi pesan instan, tiap hari terus berusaha hingga tahun 2012 bisa mempunyai usaha sendiri.
Bahkan beberapa bulan kemarin sudah punya 50 karyawan.
Hingga pada awal februari bulan ini, perusahaan yang sempat menolak brian acton (facebook) berniat membeli aplikasinya.
Ada yang tau aplikasinya?
Iya, aplikasinya bernama WhatsApp..
Aplikasi pesan instan dengan pengguna aktif 430 juta orang.
Konon facebook membeli WhatsApp senilai 19 milyar dolar, atau sekitar 230 triliun rupiah. Cukup buat membeli pulau bali, atau cukup membangun lebih 50 buah jembatan suramadu, atau juga cukup menggaji PNS se indonesia selama setahun.
Pemuda yang 5 tahun lalu ditolak melamar kerja, sekarang perusahaan yang menolaknya dulu berbalik melamar dia dengan harga mahal.
Suatu ketika Brian Acton mencoba melamar kerja di facebook, tapi ditolak.
Brian Acton pun kecewa, tapi tidak membuat dia patah semangat.
Dia terus berusaha membuat aplikasi pesan instan, tiap hari terus berusaha hingga tahun 2012 bisa mempunyai usaha sendiri.
Bahkan beberapa bulan kemarin sudah punya 50 karyawan.
Hingga pada awal februari bulan ini, perusahaan yang sempat menolak brian acton (facebook) berniat membeli aplikasinya.
Ada yang tau aplikasinya?
Iya, aplikasinya bernama WhatsApp..
Aplikasi pesan instan dengan pengguna aktif 430 juta orang.
Konon facebook membeli WhatsApp senilai 19 milyar dolar, atau sekitar 230 triliun rupiah. Cukup buat membeli pulau bali, atau cukup membangun lebih 50 buah jembatan suramadu, atau juga cukup menggaji PNS se indonesia selama setahun.
Pemuda yang 5 tahun lalu ditolak melamar kerja, sekarang perusahaan yang menolaknya dulu berbalik melamar dia dengan harga mahal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar